Jumat, 26 September 2014

My Diary


‘Cinta Seutas Kain’
Berawal dari baksos..
Kami mengadakan baksos di kampus berkenaan juga dengan bulan ramadhan... pada saat itu, kami di support dari pihak faculty dan teman-teman kami dari berbagai jurusan yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, banyak sumbangsi  dari berbagai kalangan yang menyumbangkan sesuatu mulai dari sembako, pakaian yang masih layak pakai, dan uang.
Singkat cerita sebelum hari H, kami kumpul dikampus tuk kegiatan packing barang, saya dan beberapa teman termsuk dia (Mhaya).. Hari pertama alhamdulillah kegiatan yang diselingi candaan itu lancar.. Dihari kedua packing masih tetap sama, tapi entah kenapa ada kain yang saya pertengkarkan dengan dia, dengan kain itu saya sering ganggu dia, buat marah dia dan macam-macam tingkahku sampai-sampai saya minta dia simpan kain itu tuk besok, ternyata saya tidak sangka besoknya dia bawa lagi kain itu. Semenjak dari situlah awal komunikasi (sms) kami tercipta.
Berselang beberapa hari lantaran sering sms bercanda, saat dikampus juga sering ngobrol, bercanda dan tetap saja kain itu ada, disitulah saya merasakan perasaan yang tidak biasa bahwa saya mulai menyukainya karna kesederhanaannya. Hal yang tidak pernah saya lupakan pernah suatu ketika dia lagi asyik packing tangan kanannya saya tarik dan saya ikat dengan memakai kain itu kekursi,, dia tidak marah malah dia ketawa tersipu... Lucu saya suka dengan keadaan itu.. Apakah dia memiliki perasaan yang sama dengan saya... Hanya dia dan Dia yg memliki Cinta yang tau.. Lama kelamaan saya tambah merasakan rasa itu.. Bertepatan ramadhan ke19. Selesai sholat subuh saya beranikan diri kerumahnya tuk mengatakan perasaanku bahwa saya semakin hari semakin bertambah keyakinanku mencintainya.. Setibanya dirumahnya dia lagi menjemur... Hehehe.. ketika saya selesai memarkirkan motorku dihalaman rumahnya, saya langsung duduk diteras sambil menunggunya selesai.. Setelah dia sudah selesai menjemur kami mulai cerita dan akhirnya saya mengatakannya, dan dia sempat ragu dan dia berkata; saya tanya dulu sahabatku, saya bilang memang sahabatta yang jalani.. Waktu menandakan terbitnya sang fajar, Alhamdulillah dia mengiyakan, lewat seutas kain cinta itu tumbuh dan kami tidak menyangka hari itu bertepatan tgl 09 09 2009 dan ramadhan ke 19..
I miss u..

Senin, 11 April 2011

Wanita Rapuh

Sosok wanita di dunia ini adalah sosok manusia yang selalu memancarkan pesonanya. Kehadirannya menambah kebahagian hidup kita, sumber inspirasi buat kita, dan bisa jadi kehinaan buat kita dikarenakan wanita tidak menjaga apa yang seharusnya dijaga.
Dia terlalu percaya ketika diberikan kebahagian, kebahagian yang tidak menempatkan dia sebagai manusia, setelah kebahagian itu berakhir dia bertanya pada dirinya sendiri apa yang sudah saya perbuat. Sadarkah kita ketika itu terjadi yang merasakan kebahagiannya adalah mereka yang merenggutnya, yang rapuh adalah wanita bukan pria. Ketika diminta bertanggung jawab dan kesetiannya lantas pria itu katakan kita jalani saja dulu.  Berselang beberapa bulan kemudian pria itu hilang entah kemana. Sedih dan rapuh saat itu dia rasakan, mau mengaduh tapi sama siapa, dia berfikir terus-menerus cari jalan keluar yang terbaik. Kesulitan, keresahan, dan kebingungan itulah yang menghinggapi fikirannya jadi tambah rapuh. Dia pakai jalan pintas ingin mengakhiri hidupnya dengan minum obat dosis tinggi. Apakah dengan cara itu selesai semua, atau dengan cara itu orang tua bahagia. Dia mencoba meminumnya didalam kamar dalam keadaan pintu tidak terkunci tiba-tiba ibunya datang dan melihat mulut anaknya keluar cairan orang tuanya panik lantas di bawah ke rumah sakit, setibanya di rumah sakit dia diperiksa dengan cepat dengan penanganan medis yang lengkap. Tapi apalah daya semua kehendak Allah dia tidak meninggal tapi dokter mengatakan pada dia bahwa kamu sedang mengandung, dia berkata pada dokter itu; dok, jangan bilang-bilang sama orangtuaku. Dokter itu menjawab; kenapa orangtua kamu tidak boleh tahu. Dia katakan karena pria itu belum jadi suamiku. Dokter itu terdiam dan mengikut apa pesan dia. Tambah rapuh dan tambah sulit tuk mengaduh ,dia yang seharusnya bisa menjalani kehidupnya dengan indah tapi malah dia pilih kebahagian yang berujung dusta.   
Suatu hari dia mencoba yang kedua kali tuk mengakhiri hidupnya bersama bayi yang ada dalam kandungannya dengan cara terjun dari gedung lantai 15. Sampai dipuncak muncul rasa takut bukan karena dia takut ketinggian tapi karena takut akan dosa yang telah diperbuat. Haruskah dia bunuh juga bayi yang tidak berdosa dan haruskah dia mengakhiri hidupnya karena ada bayi dalam kandungannya. Dia lantas ragu akan tindakannya dan mulai berfikir lagi seharusnya bukan ini jalannya. dia memutuskan untuk pulang kerumah setiba dia dirumah dia katakan sama orang tuanya bahwa saya sedang mengandung. Hati orangtua mana yang tidak sedih ketika mendengar kata itu, hati orangtua mana yang tidak marah ketika mendengar kata itu dan hati orangtua mana yang tidak miris melihat hal itu terjadi pada buah hatinya sendiri.
Jadikan setiap detik, menit, jam pembelajaran diri buat kita. Jangan terlalu percaya akan sesuatu yang tidak jelas arahnya dan jangan jadikan dirimu sebagai momok yang menakutkan karena hasil perbuatanmu sendiri. Jadilah pribadi yang jujur sepahit apapun itu dan jaga, pelihara apa yang sudah menjadi kodratmu.