Senin, 11 April 2011

Wanita Rapuh

Sosok wanita di dunia ini adalah sosok manusia yang selalu memancarkan pesonanya. Kehadirannya menambah kebahagian hidup kita, sumber inspirasi buat kita, dan bisa jadi kehinaan buat kita dikarenakan wanita tidak menjaga apa yang seharusnya dijaga.
Dia terlalu percaya ketika diberikan kebahagian, kebahagian yang tidak menempatkan dia sebagai manusia, setelah kebahagian itu berakhir dia bertanya pada dirinya sendiri apa yang sudah saya perbuat. Sadarkah kita ketika itu terjadi yang merasakan kebahagiannya adalah mereka yang merenggutnya, yang rapuh adalah wanita bukan pria. Ketika diminta bertanggung jawab dan kesetiannya lantas pria itu katakan kita jalani saja dulu.  Berselang beberapa bulan kemudian pria itu hilang entah kemana. Sedih dan rapuh saat itu dia rasakan, mau mengaduh tapi sama siapa, dia berfikir terus-menerus cari jalan keluar yang terbaik. Kesulitan, keresahan, dan kebingungan itulah yang menghinggapi fikirannya jadi tambah rapuh. Dia pakai jalan pintas ingin mengakhiri hidupnya dengan minum obat dosis tinggi. Apakah dengan cara itu selesai semua, atau dengan cara itu orang tua bahagia. Dia mencoba meminumnya didalam kamar dalam keadaan pintu tidak terkunci tiba-tiba ibunya datang dan melihat mulut anaknya keluar cairan orang tuanya panik lantas di bawah ke rumah sakit, setibanya di rumah sakit dia diperiksa dengan cepat dengan penanganan medis yang lengkap. Tapi apalah daya semua kehendak Allah dia tidak meninggal tapi dokter mengatakan pada dia bahwa kamu sedang mengandung, dia berkata pada dokter itu; dok, jangan bilang-bilang sama orangtuaku. Dokter itu menjawab; kenapa orangtua kamu tidak boleh tahu. Dia katakan karena pria itu belum jadi suamiku. Dokter itu terdiam dan mengikut apa pesan dia. Tambah rapuh dan tambah sulit tuk mengaduh ,dia yang seharusnya bisa menjalani kehidupnya dengan indah tapi malah dia pilih kebahagian yang berujung dusta.   
Suatu hari dia mencoba yang kedua kali tuk mengakhiri hidupnya bersama bayi yang ada dalam kandungannya dengan cara terjun dari gedung lantai 15. Sampai dipuncak muncul rasa takut bukan karena dia takut ketinggian tapi karena takut akan dosa yang telah diperbuat. Haruskah dia bunuh juga bayi yang tidak berdosa dan haruskah dia mengakhiri hidupnya karena ada bayi dalam kandungannya. Dia lantas ragu akan tindakannya dan mulai berfikir lagi seharusnya bukan ini jalannya. dia memutuskan untuk pulang kerumah setiba dia dirumah dia katakan sama orang tuanya bahwa saya sedang mengandung. Hati orangtua mana yang tidak sedih ketika mendengar kata itu, hati orangtua mana yang tidak marah ketika mendengar kata itu dan hati orangtua mana yang tidak miris melihat hal itu terjadi pada buah hatinya sendiri.
Jadikan setiap detik, menit, jam pembelajaran diri buat kita. Jangan terlalu percaya akan sesuatu yang tidak jelas arahnya dan jangan jadikan dirimu sebagai momok yang menakutkan karena hasil perbuatanmu sendiri. Jadilah pribadi yang jujur sepahit apapun itu dan jaga, pelihara apa yang sudah menjadi kodratmu.    

    

4 komentar:

  1. yupyup benar sekali wanita terlalu lemah dengan rayuan ....

    BalasHapus
  2. itu yg membuat mereka trlalu mudah dihasut tp insya Allah mereka itu cuma sebahagian n nda semua wanita seprti tu...

    BalasHapus
  3. betul sekali, tp seorang wanita yg takut tuhannya, yg sLu mengingat orang tuanya akan menghindari hal-hal yg bisa membuat orang tuayan sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali itu... Orang yg kuat adalah orang yg selalu bisa didekat tuhanNya...

      Hapus